this is my first post in bahasa indonesia, but i just made a story and posting here.hope you'll like.
siapa yang salah?
who's wrong?
Dan bahkan pada saat dia, dia adalah Gabe, mati, dia tetap berkomentar akan rambutnya yang terlalu pendek ketika di potong. Dia masih marah-marah pada tukang cukur itu ketika sebuah truk menabrak dirinya. Dia belum sadar kalau dia mati, karena dia terlalu sibuk memarahi tukang cukur itu.
Semua berawal ketika dia disuruh potong rambut oleh gurunya, pada awalnya dia berontak karena enggan potong rambut, tetapi pada sekian kalinya, gurunya memotong paksa rambutnya, ia pun emosi, dan dengan terpaksa masuk salon. Tukang cukur itu kaget ketika melihat rambutnya tidak ber-pola, pendek sebelah, panjang sebelah. Dia pun dengan sukarela “meluruskan” masalah itu. Dan sampailah ia pada titik klimaks cerita ini, ketika sang tukan cukur yang agung itu memotong rambutnya helai demi helai. Detik demi detik, menit demi menit telah berlalu, karena bosan, ia pun tertidur sebentar.
Dan bahkan pada saat ia bangun, ia tetap saja mengantuk, dan lupa memberi tahu kalau rambutnya telah habis dipangkas tukang cukur itu. Ketika tersadar dari mimpi buruknya, ia melonjak kaget, karena mahkota nya telah habis. Hingga ia marah-marah pada tukang cukur itu dengan dakwaan tidak membangunkan ketika dicukur. Karena tukang cukur itu tidak merasa bersalah, dia pun balik memarahi Gabe, dan mengusirnya dari tempat salon itu. Dan bahkan pada saat berada di luar salon itu, dia tetap marah-marah, hingga akkhirnya tertabrak truk yang menyebabkan ia mati, tetapi ia tetap marah-marah.
Dan bahkan ketika ia tersadar bahwa dia telah mati, dia berkata, “tukang cukur sialan!”.